Strategi pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2010 mengisyaratkan bahwa seluruh pembangunan kesehatan ditujukan pada upaya menyehatkan bangsa. Indikator keberhasilannya antara lain ditentukan oleh angka mortalitas dan morbiditas, angka kematian ibu dan angka kematian bayi.
Motherhood is skilled, emotionally demanding, and exhausting work. In most families, the mother is the main source of comfort, care, and counsel: all members benefi t from her devotion, enthusiasm, and re- sourcefulness, and all—especially the children—suffer from her dis- couragement. Every effort we make to improve mothers’ well-being and morale is a contribution to family life…
There is no doubt that the theory underpinning midwifery practice cannot be carved in tablets of stone but must be dynamic and change as new information becomes available. Despite this, it is really only in the last 30 years that research has begun to have any impact on midwifery practice and even now relevant information is not always easily available to practitioners. The Midwives Inform…
Angka Kematian Bayi berhasil diturunkan secara tajam dari 68 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1990an menjadi 34 per 1.000 kelahiran hidup (SDKI 2007). Penurunan kematian neonatal berlangsung lambat yaitu dari 32 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1990an menjadi 19 per 1.000 kelahiran hidup (SDKI 2007), dimana 55,8% dari kematian bayi terjadi pada periode neonatal, sekitar 78,5%-nya t…
Penurunan kesadaran atau anak tidak sadar adalah gangguan neurologis yang sering dijumpai saat pasien datang ke ruang gawat darurat atau saat kita merawat pasien di ruang perawatan. Pasien dapat datang dengan tidak sadar atau kesadaran menurun dalam perawatan. Anak tidak sadar merupakan keadaan kedaruratan yang perlu penanganan yang tepat sehingga prognosisnya akan lebih baik. Oleh karenan…
Menurut WHO, setiap tahunnya, sekitar 3% (3,6 juta) dari 120 juta bayi lahir mengalami asfiksia, hampir 1 juta bayi ini kemudian meninggal. Di Indonesia, dari seluruh kematian balita, sebanyak 38 % meninggal pada masa BBL (IACMEG, 2005). Kematian BBL di Indonesia terutama disebabkan oleh prematuritas (32%), asfiksia (30%), infeksi (22%), kelainan kongenital
Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) masih merupakan masalah di bidang kesehatan terutama kesehatan perinatal. BBLR terdiri atas BBLR kurang bulan dan BBLR cukup bulan/lebih bulan. BBLR kurang bulan/prematur, biasanya mengalami penyulit, dan memerlu perawatan yang memadai . BBLR yang cukup/lebih bulan umumnya organ tubuhnya sudah matur sehingga tidak terlalu bermasalah dalam perawatannya.